Tuesday, 8 November 2011

Duhai kau yang bernama HATI~~~




Assalamualaikum...
apa khabar kamu yang bernama Hati?Masihkah lagi sihat?
Atau mungkin kurang gembira akan dirimu?
Ku harap dirimu sentiasa seceria mentari,
Yang sentiasa menyinari alam ini.

Duhai kau yang bernama Hati,Jagalah dirimu sebaik-baiknya,
Peliharalah tubuhmu dari berbagai anasir,
Yang cuba menggodamu.

Duhai kau yang bernama Hati..Janganlah mudah kau percaya,
Akan dunia yang penuh racun berbisa,
Jangan mudah kau mengalah dan rebah,
dengan dunia yang berselirat kehitamannya..

Kuatkan dirimu... kentalkan jiwamu,
Perangilah nafsumu duhai Hati...
Jadikanlah zikrullah dan ayatullah..
Sebagai benteng dan perisai untukmu.
Untuk dirimu yang bernama Hati,Usah dibiarkan jiwamu,
Kosong... hambar... dan sunyi...

Tiadanya Iman dan taqwa mengiringi dirimu...
Penuhilah kekosongan dan kesunyian itu,
Dengan bertasbih memuji kebesaran Ilahi...
Moga sentiasa nama-NYA dalam dirimu.

Untuk dirimu yang bernama Hati, Jangan cepat berundur dan mengalah,
Tatkala ujian datang menyergah,
Walau kadang dirimu ingin rebah,
Kadang terduduk menangis pilu,
Bangkitlah wahai hati..
Ingatlah bahawa DIA sedang mengujimu..
Itu tandanya dirimu masih disayangi oleh-NYA.

Monday, 31 October 2011

Terapi hati 20

Jika engkau menjumpai sesuatu yang tidak engkau sukai dari perbuatan saudaramu, maka carilah satu, atau bahkan sampai tujuh puluh alasan, untuk membenarkan perbuatan saudaramu itu. Jika engkau masih belum mendapatkannya,

maka katakanlah,

"Semoga ia mempunyai alasan tertentu (kenapa berbuat demikian) yang aku tidak mengetahuinya."

(Al-Imam Ja'far Ash-Shodiq)~~~

Sunday, 30 October 2011

~~Arafah~~~

 
Kekasih…
Lazuardi nan biru semburat di kaki langit padang Arafah panas berdebu.
Jutaan bibir hamba-Mu bergetar ungkapkan untaian ratap rindu,
rindu rasa, rindu jiwa, hanya pada-Mu jua tempat mengadu.
Sungguh begitu sendu tatkala dada bergemuruh tersedu.

Terbayang kelak manusia berkumpul di Padang Mahsyar,
Jasad-jasad yang berlimang dosa panjatkan munajat gemetar.
Menjadi ibarat kelak semua menghadap-Mu dibalut kain dua lembar,
dan meninggalkan timbunan emas permata beserta wang bemilyar-milyar.

Kekasih…
Di Padang ini, hampir semua hamba-Mu berurai airmata.
Curahkan segenap permohonan ampun atas dalamnya dosa.
Bermohon dengan menyebut asma agung-Mu Yang Maha Kuasa,
dan meminta kemurahan-Mu agar dilepaskan dari sakit dan pedihnya siksa.
Sedang di cakrawala nan biru Jutaan malaikat-Mu menjadi saksi,
Kerinduan jutaan hamba-Mu yang datang dari berbagai negeri.
Ada yang berkendaraan bagus dan tidak sedikit yang jalan kaki.
Sungguh wujud sebuah kebaktian yang tinggi pada Ilahi Robbi.

Sungguh indah, tatkala pangkat tinggi dan kemuliaan duniawi ditanggalkan.
Dua lembar pakaian ihram tak berjahit bagai pasangan kain kafan.
Begitulah kelak di Mahkamah-Mu wajah kami kan dihadapkan.
Menekur bagaikan lunglainya tubuh seorang pesakitan.
Kekasih, hamba tersedan.


 
Betapa hamba sangat takut,
Layar waktu seakan membuat semua masa lalu tertaut.
Bagaikan tayangan lengkap peristiwa yang berkala dan runtut.
Perjalanan diri sebagai hamba yang baligh sampai maut datang menjemput.

Kekasih…
Sungguh Arafah membekas dalam bagai pancaran pemata,
terukir demikian kuat didalam relung jiwa,
Dan semua menjadi kekuatan indah,
sampai kelak menutup mata.

nukilan dr SKSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...